Artikel Utama:

  • Sorga dan Kelamin

    "Nabi Bersabda: Barangsiapa menjamin kepadaku diantara kedua rahangnya (lidah) dan diantara kedua pahanya (kelamin), niscaya aku menjamin sorga kepadanya" (Hadits Shahih Bukhari jilid 4 no. 1618)
  • Apakah Upah Bagi Muslimah di Surga?

    Jika ibumu, istrimu, anak perempuanmu dan saudari perempuanmu diijinkan ALLAH masuk ke surga, apakah ALLAH juga akan menyediakan 70 perawan laki-laki untuk kawin dengan mereka dimana engkau dapat menyaksikan kerabatmu itu bersetubuh dengan perawan laki-laki tersebut dalam kekekalan? Atau, mungkinkah yang dimaksudkan dalam ayat Quran diatas adalah: Ibumu, istrimu, anak perempuanmu dan saudari perempuanmu yang diijinkan ALLAH masuk ke Firdaus, akan diubah oleh ALLAH untuk menjadi perawan-perawan surgawi (houris) yang akan disetubuhi oleh setiap pria Muslim yang ada di sana?
  • Mari Kita Bertaruh Dengan Ustadz AA Gym Yang Berkata: “Sehebat apapun…“Firaun (juga Namrud dan kaum Saba) menistakan agama Allah, maka Allah hancurkan dia…”

    Abdullah Gymnastiar (Aa Gym atau AA) bermisal-kata tentang kasus Ahok yang diibaratkannya semisal Firaun: ……. Sehebat apapun…“Firaun (juga Namrud dan kaum Saba) menistakan agama Allah, maka Allah hancurkan dia…” Dari ayat suci apa, ayat mana AA mengutip statemen yang asal-bunyi beginian? Tak ada itu di Alkitab maupun Al-Quran, kecuali ada dirangkaian ekspresi dari otak yang sudah dijauhkan dari lurusnya nurani hati. Kita bahkan berani bertaruh bahwa AA tidak tahu samasekali apa yang menyebabkan Allah sampai menghancurkan Firaun. “Penistaan” apa dan yang bagaimana itu? Maka baiklah kita bersama coba belajar tahu.
  • Jika Anda Bertemu Budha di Jalan - Bunuhlah Dia!

    Orang yang tercerahkan tidak akan pernah meminta anda untuk mengabaikan rasio dan kehendak anda, dan percaya padanya begitu saja. Kebenaran dapat dijelaskan. Kebohonganlah yang tidak dapat dijelaskan dan harus ditanamkan dengan teror dan intimidasi. Itulah sebabnya mengapa anda tidak akan pernah dapat mempertanyakan Islam di negara Islam manapun tanpa kehilangan kepala anda. Tetapi anda dapat mempertanyakan pengajaran Yesus dan Budha atau filosofi Hindu dan bahkan menolaknya tanpa takut akan disakiti. Orang-orang yang berpegang pada kebenaran sangat meyakini kebenaran itu. Mereka tidak menjadi marah jika anda menantang keyakinan mereka. Mereka menjelaskannya kepada anda. Tetapi mereka yang percaya kepada kebohongan menyadari akan ketidakpastian keyakinan mereka tersebut dan tidak akan tahan terhadap pemeriksaan nalar. Sehingga mereka menuntut agar anda menghormati keyakinan mereka dan tidak mempertanyakannya.
  • Apakah Mereka Akan Pergi ke Surga - Dan Kita Akan Pergi ke Neraka?

    Tuhan bukanlah penjaga toko yang menimbang-nimbang antara perbuatan-perbuatan baik dengan yang jahat. (Sura al-Nisa 4:29, al-Tauba 9:111; Hud 11:114; Fatir 35:29-30) Sebagaimana halnya pohon apel akan menghasilkan buah apel, demikian juga kejatuhan manusia di dalam batinnya akan memanifestasikan dirinya melalui melakukan pelanggaran-pelanggaran dan dosa. Meskipun demikian, orang-orang Muslim tidak pernah menemukan di dalam Qur’an bahwa mereka adalah orang berdosa yang terhilang. Kekudusan Tuhan yang menghukum ketidakmurnian mereka, serta kasih dari Yang Maha Kuasa yang berjuang untuk mengalahkan sifatnya yang mementingkan diri sendiri, tidaklah mereka kenal. Allah bukanlah standard bagi Muslim! (Matius 5:48; Lukas 6:36) Tidak ada ukuran yang sifatnya umum antara Allah dengan ciptaanNya, dan sebuah jurang yang lebar tetap ada diantara Allah dengan ciptaanNya itu.
  • Membandingkan YESUS dengan Muhammad

    Ketika sebuah komputer dibuat, para teknisi memeriksa secara cermat dan menguji, apakah ada masalah dengan komputer tersebut saat ia meninggalkan pabrik. Perilaku pengikut sebuah agama harus diuji berdasarkan, seperti apa agama itu dibuat oleh pendirinya. Kita bisa menguji hidup Yesus dari keempat Injil. Kita pun bisa menguji hidup Muhammad dari Quran, Hadis dan sumber-sumber lainnya seperti Sirat Rasul Allah.
  • Ada Apa Dengan Muslim Sehingga Takut Baca Alkitab dan Injil? Bagian 2

    Mengapa Al-Quran diwahyukan kepada Muhammad hanya memakai perantara oknum misterius Jibril tanpa TANDA kuasa ilahi? Sedangkan sebelum Muhammad, Tuhan sendiri yang selalu bersabda secara langsung kepada para nabi dan umat-Nya? Kenapa Allah justru menolak/tidak berkenan berbicara dengan Nabi TerakhirNya secara langsung dan dialogis timbal-balik seperti kepada nabi2 Israel? Bukankah ini mirip dengan kasus presiden Jokowi yang tidak berkenan berdialog dengan mantan presiden SBY (re: kasus demo-akbar Jakarta diakhir 2016), sementara semua pimpinan partai lainnya sudah dijamu beliau? Semua pihak pasti bisa memahami apa maksud pak Jokowi dengan mendiskreditkan SBY seperti itu. Dan itulah pula yang Muslim mesti pahami dimana posisi Allah terhadap Muhammad diantara para nabi-nabi lainnya!